Film ini dimulai dengan menunjukkan kehidupan para pemanen es di gunung dan Kristoff kecil bersama rusanya yang bernama Sven. Para pemanen bercerita bahwa es punya kekuatan sihir dan berkata bahwa mereka harus berhati-hati dengan orang yang berhati beku. Sementara itu di istana Kerajaan Arendelle, hiduplah 2 Putri yaitu Putri Elsa dan Putri Anna. Dimana Putri Elsa memiliki kekuatan sihir mengeluarkan es dan salju.
Suatu hari
Putri Anna yang masih kecil mengajak kakaknya yaitu Putri Elsa untuk bermain
salju. Ketika kedua putri tersebut sedang membuat boneka salju dan bermain es
di dalam istana, tanpa sengaja tangan Putri Elsa mengenai kepala Putri Anna dan
mengeluarkan semburan esnya sehingga membuat Putri Anna pingsan. Dan
dikarenakan hal itu pula, sebagian rambut Putri Anna memutih. Raja dan Ratu
yaitu orang tua dari Putri Elsa dan Putri Anna menjadi sangat panik. Untuk
menyembuhkan Putri Anna mereka membawa Putri Elsa dan Putri Anna ke hutan untuk
bertemu dengan Troll tua yang bernama Grand Pabbie.
Untuk
menyembuhkan Putri Anna, Grand Pabbie mengambil ingatan Anna tentang sihir
Elsa. Dia juga mengingatkan Putri Elsa bahwa ketakutan akan menjadi musuh
terbesarnya. Karena kejadian tersebut, sang Raja menutuo istana dari dunia
luar, agar tidak ada yang tahu tentang kekuatan sihir Putri Elsa. Dan Putri
Elsa-pun diisolasi dari dunia luar di dalam kamarnya. Putri Elsa-pun selalu
memakai sarung tangan untuk mengatasi semburan es-nya. Dan hal itu pula membuat
Putri Anna menjadi tidak bisa lagi bertemu dengan Putri Elsa karena Putri Elsa
selalu menutup pintu kamarnya.
Ketika
para putri beranjak remaja, Raja dan Ratu pergi berlayar. Namun mereka
meninggal saat perjalanan karena kapal mereka diterjang badai, sehingga
meninggalkan kesedihan dan kesepian yang mendalam bagi Putri Elsa dan Putri
Anna. Tiga tahun kemudian tepatnya yaitu saat musim panas, tibalah saatnya
untuk Putri Elsa dinobatkan menjadi Ratu Arendelle. Putri Anna yang selalu
kesepian karena didiamkan oleh Putri Elsa, menjadi sangat senang karena
akhirnya istana dibuka untuk rakyat biasa dan merasa tidak sabar untuk bertemu
dengan orang-orang di luar sana.
Suatu
hari, ketika Putri Anna berjalan-jalan di kota, ia bertemu dengan Pangeran Hans
dari Kepulauan Selatan. Dengan sekejap Putri Anna jatuh cinta pada Pangeran
Hans. Hingga tibalah saat penobatan Putri Elsa menjadi Ratu Arendelle,
diadakanlah pesta dansa di istana. Di pesta dansa, Putri Anna meminta kepada
Putri Elsa agar merestuinya untuk menikah dengan Pangeran Hans. Akan tetapi, Putri
Elsa menolak memberi restunya karena menurutnya Putri Anna tidak bisa menikah
dengan seseorang yang baru ia temui.Lalu, Putri Elsa pergi meninggalkan Putri
Anna, Putri Anna mengejar dan merebut salah satu sarung tangan yang dikenakan
oleh Putri Elsa. Putri Anna mencoba menjalaskan kepada Putri Elsa bahwa ia
tidak sanggup hidup kesepan, tetapi Putri Elsa malah menyuruhnya untuk pergi.
Mereka
terus berdebat hingga tidak sengaja Elsa mengeluarkan sehir es-nya dari
tangannya yang tidak mengenakan sarung tangan. Sehingga membuat orang-orang
yang ada di pesta dansa tersebut menjadi takut. Dari kejadian tersebut membuat
Putri Anna tahu apa yang membuat Putri Elsa selalu mengurung diri di kamarnya.
Sayangnya dari kajadian itu pula membuat Putri Elsa menjadi ketakutan dan
melarikan diri ke Gunung Utara. Disana Putri Elsa mendapatkan lagi
keberaniannya dan membangun istana dengan kekuatan es-nya. Tanpa sadar, Putri
Elsa sudah membekukan seluruh kerajaan. Kerajaan Arendelle diliputu oleh salju
abadi.
Hal itu
membuat, Putri Anna memutuskan untuk mencari Putri Elsa dan memperbaiki masalah
yang terjadi di Kerajaan Arendelle. Dia juga menugaskan Pangeran Hans untuk
mengurus kerajaan selama ia pergi. Dalam perjalanan mencari Putri Elsa, kuda
yang ditumpangi oleh Putri Anna malah melarikan diri, meninggalkan Putri Anna
sendiri. Di udara yang dingin, Putri Anna menemukan sebuah toko kecil yang
hangat milik seorang laki-laki berbadan besar yang ramah bernama Toko Oaken.
Putri Anna pun memutuskan untuk membeli pakaian musim dingin di sana. Saat
berada di Toko Oaken, Putri Anna bertemu dengan seorang tukang es yang bernama
Kristoff yang ingin membeli beberapa barang namun tidak memiliki cukup uang dan
mengatai pemilik took sebagai penipu.
Pemilik toko
tidak terima dengan ucapan Kristoff dan mengusirnya keluar dari toko. Tetapi
Putri Anna mendengar bahwa Kristoff tahu dimana Gunung Utara berada sehingga ia
meminta bantuan Kristoff untuk mengantarnya ke Gunung Utara. Awalnya Kristoff
menolak, namun setelah Putri Anna memberikannya barang-barang yang tadi
sebenarnya akan dibelinya tapi batal karena tidak memiliki cukup uang.
Akhirnya, ia mengabulkan permintaan Putri Anna untuk pergi mencari Putri Elsa.
Putri Anna, Kristoff dan Sven pergi bertualang ke Gunung Utara menghadapi
serigala dan bahkan bertemu manusia salju ajaib yang dapat berbicara, dimana
manusia salju ajaib itu adalah buatan Putri Elsa, bernama Olaf.
Sesampainya di Gunung Utara, Puri Anna akhirnya bertemu
dengan Putri Elsa di istana megahnya dan berusaha membujuk Putri Elsa untuk
kembali ke kerajaan Arendelle. Namun Putri Elsa marah karena dia merasa dia
tidak mungkin dapat menghilangkan salju abadi di Arendelle. Diapun tanpa
sengaja mengenai hati Putri Anna sehingga hati Putri Anna menjadi beku. Tetapi
Putri Anna masih bisa bangkit dengan dibantu oleh Kristoff dan membujuk Putri
Elsa untuk kembali. Putri Elsa membuat monster es raksasa yang ia beri nama Marshmallow
dengan kekuatannya untuk mengusir Putri Anna, Kristoff dan Olaf. Kristoff
membawa Putri Anna bertemu dengan keluarganya yang merawatnya sedari kecil,
yaitu Trolls. Putri Anna yang semakin melemah, bertemu dengan Grand Pabbie yang
mengatakakan ada kekuatan es jahat di hatinya. Grand Pabbie menyebutkan bahwa
hanya tindakan cinta sejatilah yang bisa melelehkan hati yang beku.
Para
Trolls berkata bahwa ciyman cinta sejati pasti akan menyembuhkan Putri Anna.
Kristoff pun segera membawa Putri Anna kembali ke istana, agar Putri Elsa bisa
mendapatkan ciuman dari Pangeran Hans. Di ustana Putri Elsa, Oangeran Hans dating
bersama dengan beberapa prajurit kerajaan termasuk dua orang pengawal asal
Weseltown, yaitu kerajaan tetangga sekaligus rekan berdagang kerajaan Arendelle
yang memiliki niat membongkar rahasia kerajaan Arendelle. Pangeran Hans berniat
untuk masuk ke istanan namun terhalang oleh Marshmallow. Pangeran Hans pun melawan
Marshmallow bersama prajurit kerajaam Kedua pengawal Weseltown melihat Putri
Elsa dibalik pintu istana es dan memutuskan untuk masuk ke dalam istana,
meninggalkan prajurit-prajurit kerajaan Arendelle dan Pangeran Hans.
Putri Elsa
meminta kedua pengawal untuk tidak menyerangnya karena ia takut kekuatannya
akan menjadi tidak terkendali dan menyakiti mereka. Namun kedua pengawal
tersebut tetap menyarangnya dengan anak panah. Awalnya Putri Elsa menggunakan
kekuatannya untuk menghindari serangan dengan hati-hati. Tatapi lama-kelamaan
kekuatannya menjadi tidak terkendali dan hamper saja membunuh kedua pengawal
tersebut jika saja Pangeran Hand yang baru mengalahkan Marshmallow tidak dating
untuk mengingatkannya.
Salah
seorang pengawal memanfaatkan keadaan Putri Elsa yang lengah untuk membunuhnya
dengan anak panah, Pangeran Hans yang mengetahui rencana tersebut dengan cepat
mengarahkan senjata itu ke langit-langit istana. Membuat anak panah tersebut
menjadi mengenai lampu gantung istana sehingga lampu tersebut jatuh dan hampir
menimpa Putri Elsa . Tetapi Putri Elsa tetap berhasil menghindar dan jatuh
pingsan. Pangeran Hans dan prajurit membawa Putri Elsa ke istana kerajaan
Arendelle dan meletakkannya di penjara kerajaan. Ketika Putri Elsa siuman,
Pangeran Hans membujuknya untuk mengembalikan kerajaan Arendelle ke keadaan
normal.
Tetapi
Putri Elsa menolak karena tidak bisa dan meminta Pangeran Hans untuk
membiarkannya pergi dari istana. Putri Anna akhirnya tiba di istana kerajaan
Arendelle dan menemui Pangeran Hans. Tapi ternyata Pangeran Hans adalah penipu
dan penjahat yang berminat untuk merebut kerajaan Arendelle, dengan menikahi
Putri Anna dan membunug Putri Elsa. Pangeran Hans tidak mau mencium Putri Anna
malahah memadamkan api penghangat di istana dan membiarkan Putri Anna agar mati
kedinginan. Setelah mengetahui keadaan Putri Anna yang sangat lemah dan
kedinginan karena hatinya beku, Pangeran Hans ingin membunuh Putri Elsa agar salju
abadi di kerajaan Arendelle menjadi mencair dan dia akan dianggap sebagai
pahlawan karena telah menyelamatkan kerajaan Arendelle.
Pangeran
Hans mengatakan pada orang-orang di istana bahwa Putri Anna telah meninggal
karena kekuatan es Putri Elsa, tepat setelah mengucapkan janji pernikahan.
Pangeran Hans mengatakan dengan sangat terpaksa Putri Elsa harus dihukum mati.
Sementara itu, Putri Elsa melihat kekuatannya mulai tidak terkendali. Ia mulai
melihat es di besi yang mengunci tangannya dan dinding sel penjara. Kristoff
yang sedih setelah meninggalkan Putri Anna, melihat kabut es di atas istana
kerajaan Arendelle yang disebabkan oleh Putri Elsa. Kristoff mengkhawatikan
Putri Anna dan memutuskan untuk mengejarnya. Di istana, Putri Anna mengigil dan
Olaf datang menolongnya. Olaf memberitahu Putri Anna bahwa Kristoff sebenarnya
mencitai Putri Anna. Putri Anna pun segera bergegas keluar istana dibantu oleh
Olaf untuk menemui Kristoff. Sementara itu Pangeran Hans berhasil menemukan
Putri Elsa dan menipu Putri Elsa bahwa Putri Anna sudah mati karena dibunuh
olehnya. Putri Elsa menjadi sangat sedih karena kini Putri Anna satu-satunya
keluarganya yang masih hidup kini meninggal karena dirinya.
Putri Elsa
pun jatuh terduduk dan menangis, seketika kabut es yang menyelubungi mereka
sirna. Melihat kesempatan itu, Pangeran Hans mengeluarkan pedangnya untuk
membunuh Putri Elsa dari belakang. Dalam perjalanan menemui Kristoff, Putri
Anna melihat bahwa Pangeran Hans akan membunuh Putri Elsa dengan pedangnya.
Putri Anna pun menghalangi Pangeran Hans dan seluruh badannya seketika langsung
membeku menjadi es. Pedang Pangeran Hans patah ketika menyentuh telapak tangan
beku Putri Anna, serta Oangeran Hans menjadi jatuh dan pingsan. Putri Elsa
sadar bahwa Putri Anna sudah meninggal membeku. Dia memeluk tubuh Putri Anna
yang dingin karena diselimuti es dan menangisi Putri Anna, namun tiba-tiba es
yang menyelimuti tubuh
Putri Anna
mencair. Kritoff, Olaf, dan rakyat kerajaan Arendelle menyaksikan bahwa
tindakan cinta sejati menghidupkan Putri Anna kembali. Putri Elsa sadar bahwa
dengan cinta ia bisa mengembalikan musim panas di kerajaan Arendelle. Akhirnya,
kerajaan Arendelle pun menjadi hangat dengan musim panas. Cinta sejati antara
kakak dan adik. Musim panas telah kembali. Pangeran Hans pun telah dikembalikan
ke kerajaannya. Putri Anna dan Kristoff berciuman. Anna dan Elsa berbalikan.
Akhirnya mereka pun bermain seluncur es di luar istana kerajaan Arendelle,
dengan bahagia. Putri Elsa berjanji untuk tidak pernah menutup gerbang istana
lagi.

Komentar
Posting Komentar