Artificial Intelligence



Artificial Intelligence



Artificial intelligence atau biasa disingkat AI adalah kecerdasan buatan yang ditambahkan kedalam suatu sistem software maupun mesin yang dalam konteks ilmiahnya dibuat agar dapat melakukan pekerjaan dan cara berpikir seperti yang dilakukan oleh manusia. Tujuannya agar sebuah pekerjaan atau pemecahan sebuah pekerjaan atau pemecahan suatu masalah bias dilakukan dengan lebih mudah dan efisien. Artificial Inteligence bermanfaat diberbagai bidang, hal yang sangat sederhana ialah penggunaan Artificial Inteligence ada pada smartphone kita dan penggunaan Artificial Inteligence pada bidang lainnya seperti dalam industri game, perfilman, bisnis, dan pendidikan, serta dalam bidang pemerintahan dan pertahanan negara.

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang Artificial Inteligence, mari kita bahas terlebih dahulu tentang sejarah Artificial Inteligence ini. Artificial Inteligence ini sudah mulai di bahas dan mulai diyakini eksistensinya atau keberadaannya petama kali pada kisah metodologi Yunani dan peradaban Mesir Kuno. Dan di awal abad ke-17, Rene Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melaikan hanyalah mesin-mesin yang rumit. Dan pada tahun 1642, Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama. dan pada abad ke-19 Charles Babbage merancang mesin penghitung mekanis yang dapat di program dengan sedemikian rupa.

Tapi eksistensi kecerdasan buatan baru mulai efektif di era tahun 1950-an, dengan dimulainya pengembangan komputer elektronik di tahun 1941 dan pengembangan stored program pada tahun 1949. Sejak itulah dorongan untuk mempelajari dan mengembangkan Artificial Inteligence pun mulai muncul. Di mulai pada tahun 1951, untuk pertama kalinya tercipta sebuah sistem kecerdasan buatan yang benar-benar berfungsi dengan menggunakan computer Ferranti Mark 1, yaitu sebuah kecerdasan buatan untuk permainan catur, yang program naskahnya dibuat oleh Christopher Strachey dan program permainan caturnya di tulis oleh Dietrich Prinz.

Dan pada era itu juga Alan Turing yang juga terkenal sebagai salah satu founding fathers Artificial Inteligence ini memperkenalkan furing test nya yaitu sebuah metode untuk menguji kelayakan apakah suatu mesin dapat menunjukkan perilaku kecerdasan yang mirip dengan manusia atau tidak bias lagi dibedakan lagi jika itu adalah sebuah mesin. Jika ditanya siapa pencetus pertama Artificial Inteligence, maka jawabannya ialah John McCarthy yang disebut sebagai bapak Artificial Inteligence dunia. Karena pada tahun 1956, untuk pertama kalinya kata “Artificial Inteligence” diperkenalkan pada Dartmouth Conference.

Artificial Inteligence memiliki 2 kategori yaitu lemah atau kuat. Artificial Inteligence lemah (weak Artificial Inteligence) yang juga dikenal sebagai Artificial Inteligence sempit adalah sistem Artificial Inteligence yang dirancang dan dilatih untuk tugas tertentu. Asisten pribadi virtual, seperti Apple Siri, adalah bentuk Artificial Inteligence yang lemah. Sedangkan Artificial Inteligence kuat (strong Artificial Inteligence), juga dikenal sebagai kecerdasan buatan umum adalah sistem Artificial Inteligence dengan kemampuan kognitif manusia secara umum. Ketika disajikan dengan tugas khusus, sistem AI kuat dapat menemukan solusi tanpa campur tangan manusia.

Arend Hintze, asisten profesor biologi integratif dan ilmu komputer dan teknik di Michigan State University, mengkategorikan Artificial Inteligence menjadi 4 jenis, dari jenis sistem Artificial Inteligence yang ada saat ini hingga sistem yang hidup, yang belum ada. Kategorinya adalah sebagai berikut:

Tipe 1: Mesin reaktif. Contohnya, Deep Blue, program catur IBM yang mengalahkan Garry Kasparov pada 1990-an. Deep Blue dapat mengidentifikasi bagian-bagian di papan catur dan membuat prediksi, tetapi ia tidak memiliki ingatan dan tidak dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk memberi tahu langkah berikutnya. Ini menganalisis kemungkinan langkah lawan dan dirinya sendiri serta memilih langkah paling strategis. Deep Blue dan GoogleGOGO dirancang untuk tujuan yang sempit dan tidak dapat dengan mudah diterapkan pada situasi lain.

Tipe 2: Memori terbatas. Sistem Artificial Inteligence ini dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan keputusan masa depan. Beberapa fungsi pengambilan keputusan dalam mobil self-driving dirancang dengan cara ini. Pengamatan menginformasikan tindakan yang terjadi di masa depan yang tidak terlalu jauh, seperti jalur penggantian mobil. Pengamatan ini tidak disimpan secara permanen.

Tipe 3: Teori pikiran. Istilah psikologi ini mengacu pada ini belum ada sampai saat ini.pengertian bahwa orang lain memiliki keyakinan, keinginan sendiri dan niat yang memengaruhi keputusan yang mereka buat. Artificial Inteligence jenis

Tipe 4: Kesadaran diri. Dalam kategori ini, sistem Artificial Inteligence memiliki rasa diri, memiliki kesadaran. Mesin dengan kesadaran diri memahami keadaan mereka saat ini dan dapat menggunakan informasi untuk menyimpulkan apa yang orang lain rasakan. Artificial Inteligence jenis ini belum ada sampai saat ini.

Berikut beberapa contoh penggunaan Artificial Inteligence yang popular sekarang ini :

1.      Shopia robot Artificial Inteligence
Sophia diaktifkan pada 14 Februari 2016.  Robot tersebut dikenal karena penampilan dan perilaku seperti manusia dibandingkan dengan varian robot sebelumnya. Menurut pabrikan, David Hanson , Sophia menggunakan kecerdasan buatan , pemrosesan data visual dan pengenalan wajah . Sophia juga meniru gerak tubuh dan ekspresi wajah manusia dan mampu menjawab pertanyaan tertentu dan melakukan percakapan sederhana tentang topik yang telah ditentukan (misalnya tentang cuaca). 

Sophia menggunakan teknologi pengenalan suara (ucapan-ke-teks) dari Alphabet Inc. (perusahaan induk Google ) dan dirancang untuk menjadi lebih pintar dari waktu ke waktu. Kemampuan sintesis-pidatonya disediakan oleh mesin Text-to-Speech Cereproc dan juga memungkinkannya untuk bernyanyi. Perangkat lunak intelijen Sophia dirancang oleh Hanson Robotics. Program Artificial Inteligence menganalisis percakapan dan mengekstraksi data yang memungkinkannya untuk meningkatkan respons di masa depan. 



2. Siri
Siri adalah salah satu asisten pribadi virtual paling populer yang ditawarkan oleh Apple di iPhone dan iPad. Asisten yang diaktifkan sebagai suara perempuan ramah berinteraksi dengan pengguna dalam rutinitas sehari-hari. Dia membantu Anda menemukan informasi, mendapatkan petunjuk arah, mengirim pesan, melakukan panggilan suara, membuka aplikasi, dan menambahkan acara ke kalender.

Siri menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk mendapatkan pertanyaan dan permintaan bahasa alami yang lebih cerdas dan mampu memahami. Ini pasti salah satu contoh paling ikon dari kemampuan belajar pada mesin smartphone.



3. Cogito
Cogito awalnya didirikan oleh Dr Sandy dan Joshua adalah salah satu contoh terbaik dari aplikasi kecerdasan buatan versi perilaku untuk meningkatkan layanan pelanggan perusahaan. Perusahaan ini adalah sintesis pembelajaran mesin dan ilmu perilaku untuk meningkatkan kolaborasi pelanggan dengan para call center.

Cogito digunakan pada jutaan panggilan suara yang dilakukan setiap hari. Contoh penerapan Artificial Inteligence dengan menganalisis suara manusia dan memberikan panduan untuk memberikan pelayanan maksimum.


4. Nest Learning Thermostat (Google)
Nest adalah salah satu startup contoh penerapan Artificial Inteligence paling terkenal dan sukses dan diakuisisi oleh Google pada tahun 2014 seharga $ 3,2 miliar. Nest Learning Thermostat menggunakan algoritme perilaku untuk menghemat energi berdasarkan perilaku dan jadwal Anda.
Ini menggunakan proses pembelajaran mesin yang sangat cerdas yang mempelajari suhu yang Anda suka dan program itu sendiri dalam waktu sekitar satu minggu. Selain itu, secara otomatis akan mati untuk menghemat energi, jika tidak ada orang di rumah.

Bahkan, ini adalah kombinasi keduanya — kecerdasan buatan serta Bluetooth rendah energi karena beberapa komponen solusi ini akan menggunakan layanan dan solusi BLE.



4. Filter email di Gmail
Google menggunakan Artificial Inteligence untuk memastikan bahwa hampir semua email yang diterima dalam kotak masukmu bersifat asli. Filter email di Gmail berupaya mengurutkan email ke dalam sejumlah kategori, yakni utama, sosial, promosi, pembaruan, forum, dan spam. Program ini membantu mengorganisir email-mu sehingga kamu pun lebih mudah melakukan komunikasi melalui email.

Contohnya, Gmail mengurutkan email menjadi 4 kategori tab yang berbeda, dan mengirim email spam ke dalam folder terpisah. Google juga mengklaim bahwa pemfilteran berbasis Artificial Inteligence mencegah lebih dari 99% spam masuk ke kotak masuk email-mu.



5. Discover Weekly di Spotify
Bagi kamu yang menggunakan Spotify untuk mendengarkan musik kesukaan, secara tidak langsung setiap harinya kamu sudah berhubungan dengan Artificial Intelligence. Playlist Discover Weekly yang dirilis Spotify pada tahun 2015 lalu mampu menggabungkan rekomendasi yang sesuai dengan bantuan Artificial Inteligence

Mendasarkan analisisnya dari apa yang telah kamu dengarkan sebelumnya, Discover Weekly di Spotify memberikanmu playlist yang dipersonalisasi sehingga memberikan rangkaian rekomendasi musik yang sangat mungkin kamu sukai.









Komentar